Rabu, 29 April 2015

Rusaku



Rusaku
Rusaku kuat berlari melintas igunung serta anak gunungnya
Sanggup meretas jalan baru dengan lebih cepat
Rusaku terus berlari semakin jauh, aku mendapatinya dan berceritera
Tak ada yang mengikutimu
Tak ada yang mengejarmu
Tidak !api mengejarku dari belakang tadi
Mereka memberondongku dengan sejuta peluru
Mereka samar-samar di pekatnnya malam, merek aberba juloreng
Ayahnnya telah mati,dadanya tertembus timah panas
Merobek hati yang keras seperti batu
Keras mempertahankanTanahnya, tanah leluhur
Dia jadi yatim..
Ibunya juga mati, mati kepanasan tak ada tempat untuk bernaung
Tak sanggup hanya di bawah bawah daun kelapa sawit
Sekaran g rusaku telah yatim piatu !
Terusir dari tanah leluhurnya
Melarat …
kalalerang
Oh malangnya rusaku
Teringat di bawah rerimbunan pohon kayu besi, dan lenggua
Harum damar dan kenangan
Hilanglah rumahnya tak berbekas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar