Rabu, 29 April 2015

A poem for Nakane




Api Malam
Malam biasanya tak akur dengan api
Tapi malam ini mereka seperti berkawan baik
Api terang, malam gelap bersatu dan sejiwa
Bakar, bakar!!
Bakar, bakar!!
Api menyala, asap menggumpal
Rumah terbakar, anak menangis
Beringin tua, di tengah kampong beta telah rubuh
Dua Pombo putih telah bersua ajal lebih dulu
Harum cendan dan bunga kenangan bagai wangi maut
Menusuk dan merusak raga, membunuh jiwa lemah
Terbakar damar menjadi dupa duka di makam nenek moyangku
Kisah kami nyaris terhenti paksa
Rentetan saksi nyaris mengubur mimpi
Palu hakim memaksan membunuh asa
Tanah jadi taruhan, nyawa dirongrong duka
Asa belum hilang dari dari raga kami!!
Asa kami masih menyatu padud engan raga!!
Tebang jati tanam cengkih
Tebang jati tanam pala
Tebang jati tanam kayu besi dan lenggua
Tanam masa depan kami anak negeri!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar