Malam
biasanya tak akur dengan api
Tapi malam
ini mereka seperti berkawan baik
Api terang,
malam gelap bersatu dan sejiwa
Bakar,
bakar!!
Bakar,
bakar!!
Api
menyala, asap menggumpal
Rumah
terbakar, anak menangis
Beringin
tua, di tengah kampong beta telah rubuh
Dua Pombo
putih telah bersua ajal lebih dulu
Harum
cendan dan bunga kenangan bagai wangi maut
Menusuk
dan merusak raga, membunuh jiwa lemah
Terbakar
damar menjadi dupa duka di makam nenek moyangku
Kisah kami
nyaris terhenti paksa
Rentetan
saksi nyaris mengubur mimpi
Palu hakim
memaksan membunuh asa
Tanah jadi
taruhan, nyawa dirongrong duka
Asa belum
hilang dari dari raga kami!!
Asa kami
masih menyatu padud engan raga!!
Tebang
jati tanam cengkih
Tebang jati
tanam pala
Tebang
jati tanam kayu besi dan lenggua
Tanam masa
depan kami anak negeri!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar